Mar 2, 2015

Alasan Serial TV Doraemon bisa Panjang Umur

Dari dulu waktu sd sampai sekarang (generasi 90an), kehadiran Doraemon di TV swasta mengherankan gw karena acara mingguan ini masih tayang meskipun gw gak mengikuti lagi ritual ibadah mingguan akhir pekan dengan nangkring di depan tv seharian seperti dulu dan gw yakin kamu juga sama seperti saya. Acara kartun dihari minggu sampai tengah hari hiburan setelah masuk kelas selama sepekan.

Doraemon mungkin franchise yang laku dijual, baik serial tv-nya maupun komiknya, seingat gw pertama kali belajar ketoko buku Gramedia, komik Doraemon selalu ada di rak komik anak-anak. Mengingat-ingat sebagai anak kecil, gw rasa meskipun Doraemon selalu dibikin susah oleh Nobita yang selalu menjadi korban bullying dua temannya yang sama-sama tidak pernah beranjak tua. Formula korban kekerasan yang bisa membalas dendam dengan alat-alat ajaib bukan menjadi alasan kenapa Doraemon dan teman-temannya bisa panjang umur dilayar televisi.

Bagi anak kecil yang menonton acara tv yang seingat gw hanya setengah jam dengan dua judul dan diselingi iklan yang lama, Doraemon merupakan juru selamat bagi impian anak kecil yang naif bahwa tidak ada yang instan (Dan dikomikpun gw membaca baca Doraemon sebenarnya menyuruh Nobita untuk berikhtiar dan bekerja keras tanpa mengandalkan alat ajaibnya.

Terlepas dari unsur nostalgia, gw rasa menonton serial tv Doraemon sekarang mungkin merasa hambar, lebih asyik membaca komiknya yang mempunyai pesan tersembunyi yang bisa dipahami orang Dewasa, satu hal yang gw ingat, formula serial tv Doraemon adalah endingnya dimana entah teman bullyingnya yang kena batunya alat Doraemon karena merampas alat Nobita atau Nobitanya sendiri yang kena sambil diakhir dengan teriakan "Doraemooooooooooooon"

Ver. 1